• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, April 30, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Kemendag dan ICC Akan Gelar Konferensi COCOTECH ke-51 di Surabaya

Admin by Admin
Juli 18, 2024
0
Kemendag dan ICC Akan Gelar Konferensi COCOTECH ke-51 di Surabaya

Foto: International Coconut Community

0
SHARES
11
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan bersama International Coconut Community (ICC) akan menyelenggarakan Konferensi dan Pameran Internasional COCOTECH ke-51 di Surabaya, Jawa Timur pada 22–25 Juli 2024. Acara ini dijadwalkan dibuka Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Mengusung tema “Pemanfaatan Potensi Kelapa sebagai Pohon Kehidupan dan Energi Hijau”, COCOTECH ke-51 akan dihadiri 400 peserta yang terdiri atas delegasi negara anggota dan nonanggota ICC, serta pakar komoditas kelapa dari seluruh dunia.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, konferensi COCOTECH ke-51 bertujuan untuk mendorong terwujudnya ekonomi hijau komoditas kelapa.

BacaJuga

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

“Kegiatan ini akan menyoroti isu-isu global yang berdampak pada industri kelapa dunia. Beberapa isu tersebut di antaranya kebijakan dan dukungan internasional untuk pengembangan sektor kelapa berkelanjutan, kemajuan teknologi, serta solusi energi terbarukan berbasis kelapa untuk mengatasi perubahan iklim global dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” jelas Djatmiko seperti diktip siaran pers Kementerian Perdagangan, Kamis (18/7).

Djatmiko menambahkan, kegiatan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan kelapa dunia dari berbagai latar belakang, baik akademisi atau peneliti, pemerintah, swasta, dan pemerhati kelapa. “Konferensi ini diharapkan akan menghasilkan solusi atas permasalahan tersebut serta dapat memperkuat industri kelapa menjadi tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, COCOTECH merupakan agenda unggulan dua tahunan bagi pembuat keputusan di dalam dan di luar sektor perkelapaan. Fokus utama kegiatan ini untuk menunjang keberlanjutan industri kelapa dan kesejahteraan para petani. “Sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan dapat menjadi katalisator dalam perubahan positif industri perkelapaan,” tambah Djatmiko.

Selain konferensi, COCOTECH ke-51 juga menggelar pameran produk berbasis kelapa dari perusahaan dalam dan luar negeri. Sebanyak 36 stan akan meramaikan pameran yang akan berlangsung pada 22-24 Juli 2024 di Hotel Westin, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini akan dibuka gratis untuk umum mulai pukul 09.00—18.00 WIB.

“COCOTECH bukan hanya sarana ideal untuk mempromosikan investasi sektor kelapa global, tetapi juga untuk membangun kemitraan strategis. Hal ini merupakan inisiatif konkret ekonomi hijau dalam pengembangan industri kelapa berkelanjutan di seluruh dunia,” kata Djatmiko.

COCOTECH ke-51 akan dirangkai dengan kunjungan delegasi ke perusahaan minyak kelapa dan briket arang di Jawa Timur. Tujuan kunjungan ini yaitu untuk memperkuat wawasan tentang praktik terbaik dalam pertanian kelapa berkelanjutan. ICC merupakan organisasi yang beranggotakan 21 negara penghasil kelapa. Negara anggota ICC menjadi penyumbang lebih dari 86% produksi dan ekspor kelapa dunia.

Selain Indonesia, negara anggota ICC terdiri atas Federasi Mikronesia, Fiji, Filipina, Guyana, India, Jamaika, Kenya, Kiribati, Malaysia, Kepulauan Marshall, Pantai Gading, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Tonga, Vanuatu, serta Vietnam.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran peserta konferensi dan pengunjung pameran dapat diakses melalui situs resmi COCOTECH https://cocotech.coconutcommunity.org/.

Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar ke-2 di dunia setelah Filipina dengan jumlah produksi mencapai 2,83 juta ton pada 2023. Pada tahun tersebut, ekspor kelapa Indonesia ke dunia tercatat sebesar US$1,55 miliar dengan pangsa sebesar 38,3% dari total ekspor dunia. Tujuan ekspor utama kelapa Indonesia di antaranya Tiongkok, Malaysia, dan Singapura. Produk ekspor utama Indonesia sektor kelapa terdiri atas turunan minyak kelapa, minyak kelapa, santan kelapa, arang kelapa, dan kelapa parut. (YS)

Previous Post

Kementerian ESDM Pastikan Kebutuhan Alokasi Gas untuk Industri Pupuk Akan Terpenuhi

Next Post

Hubungan Dagang dan Investasi Indonesia-Rusia Masih Terbuka Lebar

Admin

Admin

Related Posts

Manufaktur

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

by Admin
April 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kualitas industri kopi...

Read more
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Alam Sumut Januari 2026 Turun kendati Harga Global Menguat

Februari 28, 2026
Next Post
Indonesia, Peru Mulai Perundingan IP-CEPA, Targetkan Selesai November 2024

Hubungan Dagang dan Investasi Indonesia-Rusia Masih Terbuka Lebar

BERITA TERBARU

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
Bukan Cuma Baterai, Ini Rahasia Agar Mobil Listrik Lebih Efisien Saat Mudik

Ban Menjadi Faktor Krusial Efisiensi Mobil Listrik

April 26, 2026
Konsep Otomatis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

April 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com