Gemabisnis.com, JAKARTA, – Sebagai ajang yang mempertemukan para pemain utama industri agrikultur dari seluruh dunia dalam ajang pameran alat dan mesin pertanian terbesar di Asia Tenggara, INAGRITECH 2025 memamerkan mulai dari traktor, mesin pemanen, alat tanam otomatis, hingga sistem irigasi presisi dan teknologi smart farming berbasis sensor dan drone.
INAGRITECH 2025 tidak hanya diisi para pelaku pertanian lokal, namun sekaligus juga menjadi wadah mempertemukan para exhibitor internasional dari berbagai negara, salah satunya dari Thailand. Partisipasi Thailand di ajang INAGRITECH 2025 bertempat di Thailand Pavilion bukan sekadar ruang pamer, tetapi juga ajang promosi dan kolaborasi lintas negara.
“Keikutsertaan kami di INAGRITECH 2025 bertujuan mempererat hubungan dagang Thailand–Indonesia dan membuka peluang baru di bidang pertanian digital,” tambah Hataichanok Sivara, Direktur Thai Trade Center Jakarta.
Didukung oleh berbagai kementerian di Thailand, paviliun ini menjadi simbol komitmen negara dalam membangun sektor pertanian yang modern, berkelanjutan, dan inklusif bagi kawasan ASEAN.
Sementara itu Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, saat membuka INAGRITECH 2025, mengatakan: “Modernisasi adalah keniscayaan. Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola‑pola lama, sehingga petani kita harus bersinergi dengan teknologi. Pemerintah hadir untuk mendorong percepatan adopsi teknologi pertanian dari hulu hingga hilir,” jelas Sudaryono.
Dari Tradisi Menuju Transformasi Teknologi
Thailand telah lama dikenal sebagai lumbung pangan dunia sejak era Kerajaan Sukho Thai. Tantangan modern mendorong transformasi sektor pertanian melalui teknologi. Kini, mesin pertanian menjadi kunci peningkatan produktivitas dan daya saing ekspor, didukung oleh kolaborasi antara industri dan asosiasi seperti Aquacultural Machinery Manufacturer’s Industry Club.
Partisipasi Thailand dalam INAGRITECH 2025 tidak hanya mencerminkan kekuatan ekspornya di sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan bagaimana negara ini terus berinovasi dan merespons tantangan zaman. Di paviliun Thailand, pengunjung dapat menjumpai berbagai solusi pertanian canggih yang dirancang untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan – dari hulu ke hilir.
Salah satu perusahaan yang menarik perhatian adalah Siam Kubota Corporation Co., Ltd., pemimpin pasar traktor dan mesin pertanian di Thailand, yang memperkenalkan rangkaian Smart Farmer Solutions. Teknologi ini menggabungkan mesin modern dengan sensor dan sistem analitik untuk membantu petani memantau dan mengelola lahan secara lebih presisi dan produktif.
Di sisi lain, inovasi juga datang dari sektor startup. Thai Agri-Tech Solution Co., Ltd. membawa pendekatan futuristik melalui sistem monitoring berbasis drone dan irigasi pintar yang dilengkapi kecerdasan buatan. Solusi mereka, yang ditargetkan untuk pertanian skala menengah dan urban farming, menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat diakses oleh generasi petani baru.
Sementara, Kaset Phattana Industry Co., Ltd. memamerkan SugarCane Harvester 360 – mesin panen otomatis yang dirancang untuk kondisi geografis tropis seperti Indonesia. Mesin ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga menjaga efisiensi hasil panen di tengah keterbatasan tenaga kerja yang semakin terasa di sektor agrikultur.
Tak hanya menampilkan teknologi mutakhir, partisipasi Thailand di INAGRITECH 2025 juga membentuk kemitraan strategis. Kanok Product Co. Ltd., perusahaan asal Thailand yang bergerak di bidang sistem perpipaan pertanian, menjalin kerja sama dengan PT Daya Sentosa Rekayasa, perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor rekayasa pertanian.Kerjasamanya adalah dalam hal penyediaan rangkaian produk seperti pipa untuk air pertanian, foot valve, mini sprinkler, hingga konektor PVC untuk pertanian modern Indonesia.
Detchai Rubber Co. Ltd. turut aktif berpartisipasi dan mengadakan pembicaraan lanjutan yang menunjukkan potensi kolaborasi masa depan di sektor pertanian berbasis karet industri. Kolaborasi ini mencakup penyediaan beragam produk unggulan seperti pipa air untuk pertanian, pipa pasokan air, foot valve, check valve, strainer, mini sprinkler, hingga peralatan kebun dan konektor pipa PVC.
Transaksi ini menjadi simbol dari semakin eratnya hubungan dagang bilateral sekaligus wujud nyata bagaimana teknologi Thailand mampu menjawab kebutuhan pasar pertanian Indonesia yang terus berkembang.
Seluruh solusi yang ditampilkan mencerminkan filosofi Thailand yang tak hanya bertumpu pada tradisi agraria yang kuat, tetapi juga berpacu dengan kemajuan teknologi untuk menciptakan masa depan pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan—baik untuk Thailand, Indonesia, maupun kawasan ASEAN secara keseluruhan. (NM)











