• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, April 16, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Mengapa Krisis Utang Menjadi Ancaman

Oleh:Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Juni 13, 2022
0

Foto: Pribadi

0
SHARES
51
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, ada dua kosa kata yang secara umum menarik untuk difahami konteksnya, yaitu krisis dan utang. Secara awam, krisis berarti sebuah kondisi tekanan yang membuat kehidupan menjadi serba sulit. Bisa digambarkan sebagai kesulitan akibat sebuah rumah tangga tidak ada pekerjaan, dan tidak ada penghasilan. Sementara belanja terus nyocor untuk keperluan rutin sehari – hari. Utang mengandung dua dimensi, yaitu karena kita butuh untuk mengembangkan usaha dan utang bisa juga terjadi akibat kehidupan yang mengalami krisis.

KEDUA, itu konsep awam yang secara subyektif, tapi masuk akal untuk difahami. Krisis utang berarti sebuah kondisi dimana sebuah entitas mengalami kesulitan akibat beban utangnya membengkak, dan berpotensi gagal bayar.

Dalam konteks pemahaman terpisah seperti penjelasan di atas, maka krisis sebagai sebuah peristiwa dapat diatasi jika ada yang baik hati untuk memberikan pinjaman atau memberikan dana talangan agar entitas yang dibantu dapat membebaskan diri dari berbagai kesulitan  yang dihadapi.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KETIGA, dengan demikian dapat dikatakan bahwa krisis utang  terjadi akibat adanya krisis pendapatan. Entitas negara, korporasi, dan bahkan entitas rumah tangga mengalami defisit berkelanjutan. Supaya neracanya bagus, maka defisitnya ditutup dengan utang.

Krisis utang menjadi ancaman jika terjadi gagal bayar. Gagal bayar terjadi akibat tidak mampu melunasi utang saat jatuh tempo. Karena itu, pihak kreditor atau investor selalu minta syarat agar pihak debitor oleh lembaga rating mendapat status Invesment Grade dan memiliki credit rating yang bagus. Artinya, jika terjadi gagal bayar, pihak debitor memiliki risiko gagal bayar yang rendah karena dinilai masih mempunyai kemampuan bayar yang tinggi. Aset tetap, inventory dan tagihan yang dimiliki nilainya lebih dari cukup untuk melunasi utangnya.

KEEMPAT, satu diskursus yang sering kita fahami adalah bahwa negara yang mengalami krisis utang umumnya akan mendapatkan tawaran dari IMF untuk mendapatkan bailout (dana talangan). Dana ini statusnya pinjaman. Inilah mengapa muncul istilah utang dibayar dengan utang. Dan diskursus ini oleh Stiglitz dipandang sebagai insentif bagi lenders.

Konteksnya dikatakan bahwa dana talangan tersebut bukan benar-benar sebuah penalangan untuk negara bersangkutan, melainkan justru malah memberikan penalangan bagi para kreditor di Barat maupun Timur. Dikatakan bahwa dana talangan itu justru menyediakan uang untuk membayar kembali kreditor – kreditor luar negeri. Konteksnya berarti bahwa kreditor selamat dan para debitor makin bongkok.

KELIMA, kita simpulkan saja bahwa krisis utang bisa terjadi karena krisis pendapatan sehingga neraca keuangan lebih banyak dipadati dengan utang dan liabilities lain. Pendapatan nasional global yang dinyatakan sebagai PDB global oleh IMF tercatat sebesar US$ 94 triliun. Hutang globalnya yang dicatat oleh IIF sebesar US$ 281 triliun.

Menurut Gita Wiryawan, uang global dalam peredaran (M2) senilai US$ 100 triliun. Secara bodohan berarti bahwa nilai PDB global jelas nggak mungkin mengkompensasi nilai utangnya. Uang global dalam putaran-pun nggak bisa dipakai untuk menutup jumlah utang global. Jika misalnya bisa dipakai untuk menutup utang, maka selain tidak cukup, kegiatan ekonomi akan lumpuh bahkan mati karena tidak ada uang yang beredar. Uang beredar ibarat aliran darah tubuh kita. Jika jantung tak bisa memompa lagi darah dalam tubuh, maka kita akan qoid.

KEENAM, utang adalah money game. Permainan ini digerakkan oleh sistem kapitalisme global. Selama tidak gagal bayar, semua baik- baik saja. Secara keuangan, dari data sederhana tersebut, negara-negara di dunia sesungguhnya bukan hanya sekedar menghadapi ancaman krisis utang, tapi sejatinya juga tengah menghadapi ancaman kebangkrutan massal.

Kita bisa baca kembali laporan WEF Januari 2021 Salah satunya adalah krisis utang di negara – negara besar (debt crises in large economies). Krisis keuangan perusahaan atau keuangan publik kewalahan oleh akumulasi utang dan/atau pembayaran utang di negara – negara besar yang mengakibatkan gagal bayar, krisis likuiditas,krisis utang negara, dan ujungnya adalah ancaman terjadinya kebangkrutan massal.

Halo G-20 Forum, dimanapun dan kapanpun anda bersidang, mohon dapat dibahas tentang satu topik besar yaitu ancaman krisis utang global.

Tags: bantuan pinjamanFauzi Azizkrisis utangutang
Previous Post

Keragaman Inovasi Lanskap Pertambangan Perlu Perhatian

Next Post

Rusia Tetap Pasok Pasar Pangan Global

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Rusia Tetap Pasok Pasar Pangan Global

Rusia Tetap Pasok Pasar Pangan Global

BERITA TERBARU

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Dedikasikan 52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Hadirkan “BADAI PASTI BERLALU” Live in Concert

April 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com