• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, April 16, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Mengubah RIPIN Menjadi Pendapatan Nasional

Oleh: Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
November 7, 2022
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
36
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

SETIAP negara pasti memiliki peta atau rencana garis besar mengenai pembangunan industrinya untuk jangka waktu tertentu. Indonesia juga punya rencana itu yang diberinama Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) jangka panjang tahun 2015-2035. Fungsi RIPIN tidak hanya memuat soal rencana pembangunan industri saja, tetapi juga bisa dijadikan pendapatan nasional.  Bagaimana caranya?

PERTAMA, RIPIN adalah Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional jangka panjang tahun 2015-2035. Ini merupakan niat insun bangsa Indonesia untuk menjadikan negeri ini sebuah negara industri maju di dunia. Dokumen perencanaan tersebut merupakan semacam blue print. Tugas bangsa ini adalah menyulap blue print tersebut menjadi rupiah, dolar AS dan valas lain yang kuat di dunia sebagai pendapatan nasional.

KEDUA, RIPIN ibarat kata sebuah narasi dari kayangan yang harus kita turunkan ke bumi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bahasa dewa kita ubah menjadi bahasa pelaku pasar, yakni plan  do, action. Jika niat insun ini kita jalankan dengan sepenuh hati, dan dengan cara yang saksama,serta dalam tempo  sesuai jadwal, maka kita bisa keluar dari jebakan NATO, > “NO ACTION TALK ONLY”.😁😁😁🙏. Jepang, Korsel, China dan negara lain telah menjadi negara industri maju karena mampu membebaskan diri dari jebakan  “NATO” dan kemudian rencana yang mereka buat diubahnya menjadi DO ACTION.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KETIGA, good news selalu membuat pikiran kita lega, dan bad news selalu membuat pikiran kita kusut. Satu kabar good news misalnya Indonesia akan Do Action membangun EV batery industry world class. This is a good point kata almarhum mas Soegeng Sarjadi 😊. Contoh lain lagi adalah Chandra Asri yang sedang membangun industri petrokimia terintegrasi di propinsi Banten.

Terakhir good news yang penulis baca di media online bahwa propinsi Sulawesi Selatan sedang membangun industri penghasil bibit jagung dengan kapasitas 1.000 ton per tahun. Mungkin daerah lain akan menyusul. Mereka punya tekad besar untuk mengubah fenomena “wait and see” menjadi  “see and do”. Upaya ini bisa dilakukan melalui investasi pemerintah melalui LPI, dan/atau kerjasama pemerintah dan badan usaha serta dapat dilakukan pula melalui investasi yang dilakukan oleh lembaga pengelola dana masyarakat berbasis korporasi maupun koperasi.

KEEMPAT, penulis sengaja membawa alam sadar maupun alam bawah sadar bahwa plan – do- action  adalah cara kerja kita untuk mewujudkan keputusan politik pembangunan yang bersifat strategis menjadi sebuah keputusan taktis dan bersifat operasional dalam satu sistem ekonomi, industri dan bisnis yang bisa kita wujudkan melalui mekanisme investasi. Industrialisasi bukanlah merupakan tujuan akhir. Tetapi industrialisasi menjadi salah satu jalur yang harus dilalui oleh hampir semua negara guna mencapai pendapatan per kapita yang tinggi. Karena itu, industrialisasi menjadi kekuatan utama dalam pembentukan pendapatan nasional.Dan plan – do- action adalah keniscayaan. Menjadi kontributor utama dalam pembentukan pendapatan nasional berarti kita harus bisa mengubah RIPIN menjadi aset likuid dan aset tetap sebagai kekayaan nasional.

KELIMA, keberhasilan pembangunan selalu memberikan bobot yang sama besar, baik bagi kemampuan suatu negara untuk mengalokasikan kembali sumber dayanya secara efektif maupun bagi upaya mobilisasi sumber daya itu sendiri. Ini yang barangkali kita mengenalnya dengan satu istilah faktor determinan industrialisasi, yakni soal alokasi dan re-alokasi sumber daya menjadi sama pentingnya.

Do action adalah soal alokasi sumber daya dan juga re-alokasi sumber daya yang ditangani dengan menerapkan sistem manajemen industri yang outputnya akan berkontribusi terhadap pembentukan pendapatan nasional.

Jika pendapatan nasional ini kita uangkan dalam mata uang rupiah atau dolar AS atau valas lain, maka kita akan mempunyai pendapatan nasional yang berbasis rupiah dan valas yang bisa kita gunakan untuk membiayai pembangunan dan investasi di dalam negeri maupun di manca negara. Jika pendapatan nasional bruto tersebut adalah sebuah nilai tambah bruto, maka distribusinya akan dinikmati oleh para karyawan dalam bentuk gaji upah, pemegang saham/investor dalam bentuk dividen, pihak manajemen untuk membuat dana cadangan untuk re-investasi, dan dinikmati oleh pemerintah dalam bentuk pajak dan pendapatan negara lain, misalnya devisa hasil ekspor.

Sebab itu, hakekat industrialisasi adalah menjadi mesin pencipta pendapatan nasional yang secara material dapat kita catat sebagai aset likuid maupun aset tetap yang bisa direkam dalam sistem akuntasi negara maupun akuntansi perusahaan, dan akuntansi rumah tangga keluarga.

KEENAM, mindset semacam itu perlu ditumbuhkan agar RIPIN tidak hidup di menara gading, tapi harus membumi dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung untuk  meningkatkan kesejahteraan bersama yang berkeadilan.

Perubahan mindset itu adalah menyambut ide-ide baru dan keluar dari ide-ide lama yang sudah bercabang-bercabang, agar RIPIN tidak terjebak dalam pusaran yang sepertinya sulit diimplementasikan. Karena itu, strategi membangun pendapatan nasional hanya bisa dilakukan jika kita berhasil membumikan RIPIN, yang berarti mampu melakukan transformasi dari visi misi strategis ke implementasi strategis. Ini pasti memerlukan  stimulasi modal alami, modal fisik,modal intelektual, modal manusia , modal sosial, dan modal finansial.

Semuanya ini adalah merupakan sumber daya nasional yang harus dimobilisasi secara efektif dan efisien karena sumber daya itu sendiri sifatnya terbatas. Ada yang tidak bisa didaur ulang,dan ada pula yang bisa di daur ulang. Kebijakan dan regulasi mengemban misi untuk menjembatani antara strategi pembangunan industri yang tatanannya menjadi tanggung jawab pemerintah dengan strategi perusahaan industri yang mengemban misi pembentukan pendapatan nasional.

Lebih dari itu, kebijakan dan regulasi pemerintah harus mengambil posisi, untuk senantiasa memelihara/merawat pertumbuhan perusahaan industri. Dalam bahasa lain berarti harus selalu memberikan jalan agar pertumbuhan perusahaan industri bisa expected return, dan maksimal dalam usahanya untuk creat of income and profit , meningkatkan portofolio bisnis, dan menjadi pemimpin pasar sesuai dengan kompetensi intinya. Salam sehat.

Tags: Fauzi Azizindustri nasionalpembangunan industrirencana induk industriRIPIN
Previous Post

ADSB Tandatangani Nota Kesepahaman dengan PT PAL Indonesia

Next Post

Eagle High Proyeksikan Produksi CPO Naik 30% Tahun 2022

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Eagle High Proyeksikan Produksi CPO Naik 30% Tahun 2022

Eagle High Proyeksikan Produksi CPO Naik 30% Tahun 2022

BERITA TERBARU

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Dedikasikan 52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Hadirkan “BADAI PASTI BERLALU” Live in Concert

April 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com