• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, Mei 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Pasokan Terhambat, Harga Melemah, Ekspor Karet Sumut Turun 4,81% MoM di Juni 2025

Admin by Admin
Juli 24, 2025
0
Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

Foto: Kementan

0
SHARES
15
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) di bulan Juni 2025 tercatat sebesar 21.795 ton, turun 4,81% month-on-month (MoM) dibandingkan 22.896 ton di bulan Mei 2025. Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan penurunan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih tertekan serta terbatasnya pasokan bahan baku dari petani.

Edy menambahkan secara tahunan (Year-on-Year/YoY), volume ekspor karet alam Sumut pada Juni 2025 justru meningkat 11,45% dibandingkan Juni 2024 yang hanya mencapai 19.557 ton. Namun demikian, capaian ini masih berada jauh di bawah rata-rata normal bulanan yang umumnya dapat menyentuh angka sekitar 42.000 ton, menandakan bahwa pemulihan sektor karet belum sepenuhnya stabil.

Menurut Edy, salah satu kendala utama yang membatasi peningkatan ekspor adalah terhambatnya produksi karet alam akibat cuaca yang tidak menentu. Meskipun telah memasuki musim kemarau, curah hujan yang masih terjadi di bulan Juni mengganggu aktivitas penyadapan di sejumlah wilayah. Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya motivasi petani yang mulai enggan menyadap karena tren penurunan harga sejak awal April 2025.

BacaJuga

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Pada bulan Juni, lanjut Edy, harga rata-rata ekspor (FOB) tercatat sebesar US$161,49 sen/kg, menurun dari US$171,01 sen/kg pada Mei. Tekanan harga turut melemahkan semangat produksi di tingkat petani. Namun begitu, terdapat sinyal pemulihan harga, dengan harga penutupan per 23 Juli naik menjadi US$171,30 sen/kg, memberikan sedikit harapan bagi perbaikan pasar dalam waktu dekat.

Selama bulan Juni 2025 ekspor karet Sumut ditujukan ke 31 negara, dengan wilayah Eropa menunjukkan peningkatan kontribusi. Sebanyak 15,34% dari total volume ekspor karet Sumut dikirim ke 12 negara Eropa, naik dari 12,75% pada Mei. Pengiriman tersebar ke Luxembourg (3,70%), Romania (2,03%), Italia (1,93%), Spanyol (1,67%), Latvia (1,48%), Polandia (1,20%), Jerman (0,92%), Prancis (0,83%), Slovenia (0,46%), Bulgaria (0,37%), Belgia (0,37%), dan Belanda (0,37%).

Distribusi yang cukup merata ini menegaskan bahwa meskipun bukan pasar utama, Eropa tetap menjadi mitra strategis bagi ekspor karet Sumut. Peningkatan minat dari kawasan ini juga dinilai berkaitan dengan persiapan buyer menghadapi implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mulai berlaku 30 Desember 2025. Regulasi tersebut mewajibkan produk pertanian, termasuk karet, untuk bebas dari deforestasi dan memiliki sistem ketertelusuran yang ketat.

Asia dan Amerika Masih Menjadi Pasar Utama

Lima negara tujuan utama ekspor karet alam Sumut pada bulan Juni 2025 adalah Jepang (29,01%), diikuti oleh Brasil (14,24%), Amerika Serikat (11,61%), Tiongkok (7,21%), dan India (5,46%). Pasar-pasar ini masih menjadi penyerap utama meski diwarnai fluktuasi permintaan dan kendala logistik.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan India mengalami penurunan volume pengapalan, terutama disebabkan oleh penundaan pengiriman oleh buyer karena keterbatasan kontainer di jalur pelayaran global. Ketidakpastian logistik yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi masih menjadi tantangan besar bagi eksportir.

Edy mengatakan ekspor karet alam ke Amerika Serikat tidak terdampak oleh tarif “Trump”, mengingat karet remah dengan kode HS 4001 dikenakan tarif 0%. Namun demikian, biaya logistik yang tinggi dan hambatan pengapalan tetap menjadi tekanan bagi efisiensi dan kontinuitas distribusi. (YS)

Previous Post

Pemeliharaan Material Kaowool, KJI Kerjasama dengan Krakatau Steel

Next Post

GAPKI: Ekspor Minyak Sawit Mei 2025 Naik Walaupun Produksi Turun

Admin

Admin

Related Posts

Manufaktur

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

by Admin
April 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kualitas industri kopi...

Read more
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Alam Sumut Januari 2026 Turun kendati Harga Global Menguat

Februari 28, 2026
Next Post
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

GAPKI: Ekspor Minyak Sawit Mei 2025 Naik Walaupun Produksi Turun

BERITA TERBARU

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com