• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, April 19, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Pendidikan dan Industrialisasi

Oleh: Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri.

Admin by Admin
November 13, 2023
0
Deindustrialisasi Dan Sunset Industry

Foto: Dok. Pribadi

0
SHARES
114
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, satu perspektif yang bersifat koheren ketika kita hendak memahami pola hubungan antara pendidikan dan industrialisasi dapat dibedah dalam berbagai dimensi. Dalam model pendekatan konstitusional, pemikiran dan pengaturannya begitu fundamental. Pasal 31,32,dan 33 UUD 1945 jelas memberikan perspektif adanya relasi yang kuat antara pendidikan, pengembangan teknologi dan industrialisasi.

KEDUA, konsep dasarnya berarti bisa difahami bahwa peran pendidikan dan pengembangan teknologi menjadi bagian tak terpisahkan  dalam rangka mewujudkan cita – cita sebuah negara untuk menjadi negara industri maju. Atau bisa juga dimaknai bahwa pembangunan industri harus didukung oleh kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pendukung utama. Selebihnya diperlukan dukungan modal, infrastruktur dan kebijakan publik menjadi hal yang biasa dilakukan di berbagai negara di dunia.

KETIGA, jika kita tengok di Indonesia, maka sejatinya kita telah memilki sumber daya yang paling hakiki, yakni sumber daya manusia dan  sumber daya alam. Hal yang paling hakiki ini oleh konstitusi disiapkan perangkat hukum dasarnya, yaitu bahwa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi harus dapat ditransformasikan untuk membangun cabang – cabang produksi yang penting bagi negara, dan yang menguasai hajat hidup orang banyak untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Prosesnya dilaksanakan secara inklusif untuk mewujudkan sistem perekonomian nasional sebagai usaha bersama. Inilah sejatinya prinsip Indonesia Incorporated harus dijalankan secara kolaboratif dalam melakukan industrialisasi di Indonesia.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KEEMPAT, visi dan misi pembangunan semacam itu menjadi penting dikedepankan?. Ada satu pendapat yang mengatakan bahwa negara dengan sumber daya alam yang melimpah serta tenaga kerja banyak dan murah (low quality) sangat potensial untuk menjadi obyek globalisasi semata.

Indonesia mengalami hal itu,dan dalam laporan global political outlook untuk tahun 2010-2019, Indonesia merupakan sumber komoditas yang sangat besar  di masa lalu dan masa kini. Karena itu,  strategi dan kebijakan industri,serta  pengembangan iptek harus dikembangkan secara terintegrasi  dalam satu ekosistem. Tujuannya agar kita menjadi salah satu bangsa yang secara nyata menjadi subyek globalisasi ekonomi dan industri yang kompetitif,serta mampu berkontribusi dalam mengatasi masalah global warming.

Saatnya kita melangkah menjalankan progam modernisasi bidang pertanian dalam arti luas, industri, dan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Lompatan jauh ke depan harus dilakukan bersama secara inklusif untuk melahirkan banyak sekali riset-riset sains dan teknologi guna mendukung industrialisasi mandiri sebagaimana amanat pasal 33 UUD 1945. Peningkatan produktifitas ekonomi dan industri dengan semakin didukung oleh iptek menjadi keniscayaan.

KELIMA, sejarah mencatat bahwa dorongan bidang iptek telah memberikan hasil nyata bagi perkembangan ekonomi dan industri negara-negara Asia. Andilnya dalam produk – produk high tech global naik dari 7% di tahun 1980 menjadi 25% di tahun 2001.Pada saat yang sama, jurnal – jurnal ilmiah dari Asia yang dipublikasikan naik dari 16% di tahun 1990 menjadi 25% di tahun 2004.

Bisa dikatakan bahwa kini pusat gravitasi untuk inovasi teknologi secara bertahap telah bergeser dari Barat ke Timur. Trendnya yang dapat kita catat adalah bahwa sumber – sumber iptek dan inovasi kini melonjak cepat di Asia, terutama di Tiongkok, India, dan semoga menyusul Indonesia yang telah bermimpi menjadi negara industri maju baru di dunia.

Kita juga mencatat bahwa Indian Institute of Technology telah banyak mencetak lulusannya, dan lulusan dari universitas terkemuka di AS yang banyak bekerja di silicon valley membawa keuntungan monumental bagi India. Manfaat ini memberikan keyakinan diri yang masif secara kultural karena India dijajah Inggris dalam kurun waktu panjang.

Manfaat lainnya adalah bahwa orang – orang India yang otaknya cemerlang telah berhasil di Barat, mereka pulang ke negaranya. Saat mereka pulang, tentu kondisi sosial ekonominya lebih mapan, dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan India.

KEENAM,  dari diskursus semacam itu, secara ringkas kita dapat mengatakan bahwa sudah semestinya koordinasi dan sinergi kebijakan dan progam pendidikan dan industrialisasi harus dibangun dalam satu sistem kerangka kerja kelembagaan. Pendidikan kini telah menjadi sebuah industri yang outputnya berupa ketrampilan,keahlian, dan penguasaan iptek. Faktor ini jumlahnya berlimpah.

Output industri pendidikan harus masuk dalam sistem rantai nilai inovasi industrial. Hubungan hubungan industrial di tingkat global juga lebih mementingkan output yang dapat berkontribusi terhadap global value chain. Dari sisi permintaan , dunia industri berarti lebih mementingkan pekerjaan yang memerlukan creativity, enterpreneurship, dan interpersonal skill.

Konsep padat karya harus digeser ke padat iptek. Pergeseran ini nyata karena pergeseran kebutuhan. Saat ini kita sudah berada di tengah transformasi yang luar biasa di dunia industri. Menurut para ahli, ada 3 hal yang bisa mempengaruhi future of work, yaitu industrial internet, advanced manufacturing,dan global brain.

Lembaga-lembaga pendidikan yang telah menjadi entitas industri mempunyai peran penting untuk menyediakan output yang lebih valuable untuk merespon kebutuhan sektor manufaktur di dalam negeri maupun di luar negeri.

Tags: Fauzi Azizindustrialiasasipendidikan dan industrialisasisumber daya alamsumber daya manusiateknologiUUD 1945
Previous Post

Indonesia Ekspor 243 Ton Produk Perikanan ke Tiongkok

Next Post

Perbaiki Kondisi Air Tanah, Pemerintah Optimalkan Upaya Pengendalian Penggunaannya

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Perbaiki Kondisi Air Tanah, Pemerintah Optimalkan Upaya Pengendalian Penggunaannya

Perbaiki Kondisi Air Tanah, Pemerintah Optimalkan Upaya Pengendalian Penggunaannya

BERITA TERBARU

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com