• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Selasa, Januari 13, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Stimulasi Urusan Makro, Transformasi dan Inovasi Urusan Mikro

Oleh :Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Juli 3, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
20
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, kita membutuhkan stimulasi, tapi kita juga sangat memerlukan transformasi dan inovasi. Untuk menyederhanakan dalam pendekatan berpikir, maka stimulasi pada dasarnya menjadi urusan makro, sedangkan transformasi dan inovasi adalah urusan mikro .

Stimulasi bersifat sentralistik, sementara itu transformasi dan inovasi lebih bersifat desentralistik. Di mana bumi dipijak, di situ kekayaan intelektual bersemi dan kekuatannya akan mampu mengubah menjadi kekayaan material karena mereka memiliki kesempatan pertama untuk melakukan transformasi dan inovasi sosial ekonomi sesuai bakat dan minatnya.

KEDUA, tanggung jawab makro  adalah menstimulasi mereka dengan modal finansial berbiaya rendah agar proses transformasi dan inovasi sosial ekonomi dapat berjalan dengan cost of fund yang murah.Peran memegang urusan stimulasi, di dalamnya melekat tanggung jawab sebagai penjaga stabilitas ekonomi.

BacaJuga

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Pertumbuhan ekonomi spasial jauh lebih penting untuk mengatasi problem ketimpangan sosial ekonomi antar daerah. Sekarang ini yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi nasional diwarnai oleh pertumbuhan ekonomi spasial yang timpang. Ini menjadi indikasi bahwa fungsi sentralisasi dalam urusan stimulasi belum sepenuhnya mampu mengatasi ketimpangan sosial ekonomi di daerah. Akibatnya terjadi idle capacity kekayaan intelektual sehingga proses transformasi dan inovasi sosial ekonomi untuk menciptakan kekayaan material tidak berjalan maksimal, sehingga idle capacity intelektual terakumulasi menjadi pengangguran terselubung. Mereka bekerja, tapi tidak sesuai dengan bakat dan minatnya. Karya mereka tidak bisa disebut sebagai karya intelektual tapi karya karena terpaksa akibat bekerja tidak sesuai profesinya.

KETIGA, ini sebuah pekerjaan besar untuk menciptakan kondisi sosial ekonomi yang idial ( tanpa ketimpangan). Tapi sistem ekonomi inklusif yang terdesentralisasi harus diwujudkan. Uang beredar diupayakan berputar merata di daerah sebagai pusat-pusat produksi dan  distribusi barang dan jasa. Di situ proses transformasi dan inovasi digerakkan dengan dukungan stimulasi modal yang ber cost of fund yang murah. BPD, Venture Capital Company dan/atau Bank Investasi Daerah , serta crowdfunding harus tumbuh untuk mendukung proses transformasi dan inovasi sosial ekonomi di setiap daerah. Dengan demikian kita membangun ekonomi daerah dengan model Domestic Direct Investment (DDI), agar terjadi job creation yang berdimensi luas. Atau dapat pula disebut model pembangunan ekonomi dengan pendekatan bottom up.

Sistem ekonomi pasar akan menuntun proses alokasi dan distribusi sumber daya agar setiap sumber daya yang terpakai dalam kegiatan dan proses ekonomi digunakan dengan efisien dan produktif.

KEEMPAT, DDI adalah membangun cabang – cabang produksi barang dan jasa untuk mencukupi kebutuhan konsumsi investasi, dan ekspor serta mencukupi kebutuhan belanja pemerintah. Pertumbuhan ekonomi terjadi di daerah. Peningkatan kesejahteraan rakyat juga terjadi di daerah. Pemerintah pusat menjalankan peran utama sebagai penjaga stabilitas politik keamanan dan ekonomi. Dengan demikian berarti kita memerlukan reorientasi dengan cara kembali menjalankan desentralisasi ekonomi sesuai dengan prinsip demokrasi ekonomi.

KELIMA, reorientasi itu memberikan sebuah narasi proses untuk merekonstruksi mindset bahwa pusat – pusat pendidikan di berbagai daerah pada dasarnya adalah menjadi persemaian lahirnya pusat -pusat kekayaan intelektual sebagai modal awal pembangunan ekonomi inklusif. Dalam konstruksi DDI, mereka adalah penggerak utama ekonomi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah basis utama untukr melakukan modernitas sektor pertanian dan industri karena mereka mempunyai modal intelektual untuk melakukan transformasi dan inovasi. Mereka pula yang mempunyai kapasitas untuk mengelola rantai nilai inovasi yang diperlukan guna membangun cabang – cabang produksi yang penting bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak di dalam negeri dan di berbagai belahan dunia. Dengan cara pandang demikian, maka daerah pada hakekatnya menjadi pusat transformasi dan inovasi yang perlu diberikan stimulus untuk memompa pertumbuhan ekonomi daerah.

KEENAM, penalaran semacam itu merupakan pendekatan strategis untuk membangun kekayaan nasional, yang sumber-sumber daya sosial ekonominya tersebar di berbagai wilayah negeri ini. Ledakan kreatifitas dan inovasi yang tumbuh di komunitas harus diarahkan untuk melakukan transformasi ekonomi dari sekedar padat karya bergeser ke padat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Cover majalah Time oktober 2006, menuliskan Asia’s Sains Experiment dan Indonesia harus bisa berada dalam barisan ini mengejar kemajuan yang telah lebih dulu diraih oleh China dan India.

Semoga tulisan ini bermanfaat yang mengangkat tema sederhana yaitu tentang stimulasi, transformasi dan inovasi. Stimulasi adalah urusan moneter dan fiskal. Sedangkan transformasi dan inovasi adalah urusan investasi industri, dan perdagangan yang kegiatan dan prosesnya harus tumbuh di berbagai daerah sebagai mesin- mesin pertumbuhan untuk mengatasi ketimpangan pertumbuhan spasial yang selama ini tidak berubah posturnya. Pusat sebagai penjaga stabilitas. Daerah sebagai mesin pertumbuhan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tags: ekonomiFauzi Azizinovasimakromikropertumbuhan ekonomistimulasitranformasi
Previous Post

RUPS DGIK Sepakati Rencana Investasi Jalan Tol

Next Post

Hadiri Forum Industri di Tiongkok, Menperin Beberkan Kekuatan ASEAN

Admin

Admin

Related Posts

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung
Opini

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

by Admin
Agustus 14, 2025
0

Isu pembayaran royalti musik khususnya terhadap pelaku usaha kafe, restoran dan pub terus bergulir. Sikap masyarakat pun terbelah terhadap pungutan...

Read more
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Suasana pemberian makanan jemaah haji dengan petugas kesehatan, dokter dan kepala regu rombongan Kloter 53 Jakarta

Sungguh Beruntung Mereka yang Ada di Arafah Saat Itu

Juni 19, 2024
Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Mei 28, 2024
Next Post
Hadiri Forum Industri di Tiongkok,  Menperin Beberkan Kekuatan ASEAN

Hadiri Forum Industri di Tiongkok, Menperin Beberkan Kekuatan ASEAN

BERITA TERBARU

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

Januari 12, 2026

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

Januari 10, 2026

Mentan RI : Amran Apresiasi Peran Kapolri dan DPR-RI dalam Percepatan Swasembada Pangan

Januari 9, 2026
BULOG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras Tahun 2026 Melalui Skema G-to-G

BULOG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras Tahun 2026 Melalui Skema G-to-G

Januari 7, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com