• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 22, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Pertumbuhan, Stabilitas, dan Kesejahteraan Rakyat

Oleh:Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
April 11, 2022
0
Pembangunan Dan Investasi Serupa Tapi Tak Sama
0
SHARES
29
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, setelah pandemi kita harapkan memasuki masa endemi. Setelah krisis ekonomi kini memasuki tahap pemulihan ekonomi. Habis gelap terbitlah terang. Inilah Business Cycle ( BC) yang secara umum kita kenal. Proses selanjutnya harus dikompensasi dengan tata kelola kebijakan yang baik untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan stabilitas ekonomi  dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Upaya ini pasti butuh modal, teknologi, pasar, kolaborasi , afirmasi,dan dukungan kebijakan pemerintah yang tepat.

KEDUA, fase pemulihan menuju pertumbuhan, stabilitas dan kesejahteraan tetap butuh ruang moneter dan fiskal yang pro pertumbuhan, pro stabilitas, dan pro peningkatan kesejahteraan rakyat. Peran pemerintah harus tut wuri handayani agar tiga tujuan tersebut dapat dicapai secara seimbang.

Bagi pemerintah, dunia usaha , dan masyarakat, ketiga tujuan tersebut sama pentingnya bagi terwujudnya perekonomian nasional yang adil dan berkelanjutan. Ketika kita mengamini bahwa inti pembangunan kemakmuran adalah nilai tambah, maka secara proporsional, nilai tambah tersebut harus dibagi dan bisa dinikmati oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam bentuk pendapatan.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KETIGA,pendapatan bagi pemerintah diterima dalam bentuk pajak dan PNBP. Bagi dunia usaha diterima dalam bentuk keuntungan. Dan bagi masyarakat diterima dalam bentuk gaji dan upah atau  pendapatan lain yang sah agar memilki kemampuan daya beli yang memadai.

Recover together tengah berlangsung di dunia,setelah 2 tahun lebih menghadapi pandemi covid 19 dan krisis ekonomi. Tapi ekonomi global kini menghadapi goncangan baru akibat invasi militer Rusia ke Ukraina. Harga komoditas merangkak naik setinggi langit, seperti migas, batubara, CPO,dan gandum sehingga dunia menghadapi tekanan ekonomi baru,dan telah menimbulkan inflasi global. Indonesia terdampak akibat kondisi tersebut yang menimbulkan kenaikan harga minyak goreng, BBM pertamax, dan kelangkaan solar.

Sinyal yang muncul bahwa pemerintah juga sedang mengkaji rencana kenaikan harga LPG 3 kg,dan harga pertalite.Per 1 April tarif PPN naik dari 10% menjadi 11%. Yang jadi soal adalah kita tahu bahwa dampak inflasi global jelas mnimbulkan efek imported inflation di dalam negeri, tapi ada kesan bahwa pembuat kebijakan seperti menghadapi ketidakmampuan untuk mengontrol kenaikan harga sehingga beban dari situasi itu dipikul oleh masyarakat menengah ke bawah yang daya belinya tengah terpuruk.

Tidak hanya itu, bahwa sejatinya dunia usaha pun menghadapi beban yang sama  yaitu biaya produksi barang dan jasa secara umum meningkat akibat efek imported inflation

KEEMPAT, situasi itu menjadi dilema dan trade-off kebijakan ekonomi karena membiarkan harga bahan pangan dan BBM tertentu naik sesuai hukum pasar justru dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan, stabilisasi ekonomi, dan menekan perbaikan daya beli masyarakat khususnya menengah ke bawah.

Tidak hanya itu, bahwa situasi yang terbentuk akhirnya dapat  menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi yang dibuat pemerintah. Kebijakan publik yang terbaca secara umum adalah tidak berhasil mengatasi masalah karena justru menimbulkan masalah baru yaitu keresahan sosial yang terjadi merata di seluruh wilayah tanah air. Tahun 2022,pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% . Target ini cukup moderat, tapi mencapainya harus  menempuh jalan yang terjal karena ketidakpastian global baru muncul yang dipicu oleh adanya invasi militer Russia ke Ukraina.

Tiga mesin pompa pertumbuhan ekonomi yang paling diharapkan maksimal adalah konsumsi,investasi dan ekspor. Belanja pemerintah tidak bisa diharapkan menjadi mesin pertumbuhan karena sumbangannya terhadap PDB hanya sekitar 9%.Tapi dalam kondisi perekonomian lesu, ia harus tampil sebagai dewa penyelamat perekonomian nasional dengan memberikan stimulus fiskal.

KELIMA, kartu kebijakan fiskal nampaknya tetap menjadi instrumen yang harus memikul beban paling besar untuk mengatasi gejolak baru ekonomi yang lahir justru di saat era recover together tengah berlangsung.

Masa pemulihan untuk menggenjot pertumbuhan mestinya  menjadi porsi kebijakan moneter dan perbankan, melalui relaksasi suku bunga dan penggelontoran kredit. Namun karena yg dihadapi adalah kenaikan inflasi, dan sebentar lagi ada kenaikan suku bunga the fed, maka relaksasi suku bunga acuan BI boleh jadi akan tertunda,karena bunganya akan naik.

Sehingga progam penggelontoran  kredit menjadi tertahan lajunya. Jika ini terjadi, maka laju pertumbuhan ekonomi akan tertahan. Target pertumbuhan ekonomi 5% tahun bisa tidak tercapai. Situasi ini dapat kita sebut bahwa kondisi perekonomian tengah “memanas” (overheating). Dalam kondisi seperti ini, mestinya kebijaksaan fiskal harus bisa mendinginkan perekonomian melalui kontraksi APBN.

Kontraksi APBN berarti harus bisa berhemat, dan re-focusing, re-scheduling pelaksanaan PSN, pergeseran anggaran, mengurangi pagu anggaran negara, menggunakan sisa anggaran lebih untuk mendukung progam jaring pengaman sosial. Berarti yang dibutuhkan sekarang adalah anggaran stimulus fiskal untuk mendukung progam jaring pengaman sosial, bukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

KEENAM, apa yang kita catat hingga kini potretnya tidak seperti itu, karena sebagian kebijakan fiskal justru ikut berkontribusi yang membuat ekonomi overheating. Misal kenaikan PPN menjadi 11%, kenaikan harga pertamax, menyusul kemungkinan kenaikan harga LPG 3kg, dan pertalite. Subsidi minyak goreng akhirnya juga tidak efektif.

Kita hanya bisa menunggu apakah Pemerintah akan melakukan revisi APBN akibat melakukan tindakan kontraksi atau postur APBN akan tetap seperti apa adanya., dan tetap cenderung “ekspansif”.

Hal lain yang kita tunggu adalah membatalkan kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11%, karena momennya tidak tepat. Penulis pernah usulkan agar kenaikannya tidak pakai periode transisi , tapi langsung naik menjadi 12% pada tahun 2025 seperti amanat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Ini semua kita bicara pada level kebijakan.

Satu hal yang kita harapkan adalah bahwa setiap kebijakan adalah efektifitasnya, bisa mengatasi masalah atau sebaliknya menimbulkan masalah baru yang makin ruwet. Policy adalah pemberi jalan, bukan sebaliknya malah menimbulkan overheating perekonomian. Artinya tidak mengobati tapi malah menambah demamnya naik.

KETUJUH, tapi ini bukan soal benar atau salah, dan penulis selalu melihatnya bahwa ini adalah salah satu dilema dan trade-off kebijakan. Not easy but very hard.

Ekonomi global kini menghadapi ancaman dan tantangan baru yang makin sulit. Pertumbuhan ekonomi akan sulit mencapai target. Stabilitas ekonomi juga sulit diharapkan terjadi karena ancaman di wilayah geopolitik global masih bergejolak sejak invasi militer Rusia-Ukraina.

Di wilayah geoekonomi, proses pemulihan ekonomi global menghadapi ancaman baru yang lebih rumit mengatasinya karena beririsan langsung dengan konflik di wilayah geoplitik. Perang dagang sudah pernah berlangsung, perang militer kini tengah berlangsung antara Rusia-Ukraina, dan perang currency juga sedang dimulai untuk melawan kedigdayaan dolar AS yang dalam transaksi global sekitar 70% menggunakan dolar. Demikian pula cadangan devisa global sebagian besar disimpan dalam US$. Kesejahteraan rakyat harus sabar menanti  karena harus ada kinerja positif pada pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi.

Tags: Fauzi Azizkesejahteraan rakyatoverheating ekonomypertumbuhanstabilitas
Previous Post

Bapangnas Berkomitmen Turut Jaga Inflasi Pangan

Next Post

Industri Dilarang Gunakan BBM Solar Bersubsidi

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Industri Dilarang Gunakan BBM Solar Bersubsidi

Industri Dilarang Gunakan BBM Solar Bersubsidi

BERITA TERBARU

Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Bersama Gubernur DKI, Munjirin Perkuat Program Pemilahan Sampah di Jakarta Timur

Mei 12, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Bersama Gubernur DKI, Munjirin Perkuat Program Pemilahan Sampah di Jakarta Timur

Mei 12, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com