• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, April 15, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

Oleh :Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Agustus 8, 2022
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
51
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, industri dan bisnis butuh market share dan profit agar bisa terus menjaga reputasi dan eksistensi portofolio bisnisnya. Sekarang ini, industri hidup di tengah ketidakpastian akibat berbagai situasi yang mempengaruhi.

Ada faktor pandemi COVID- 19,ada faktor krisis, ada juga perang dan ancaman perang baru, serta ada pula faktor inflasi dan gangguan rantai pasok. Semua faktor- faktor  ketidakpastian tersebut yang kemudian memunculkan ancaman, tantangan, sekaligus hambatan dan gangguan dalam aktivitas industri dan bisnis.

KEDUA, bagi manajemen jelas posisi yang harus dipilih agar perusahaan industri yang dikelolanya tetap dapat bertahap hidup dalam terpaan iklim bisnis yang sangat tidak bersahabat adalah menjaga agar market share yang selama ini telah diraih tidak diambil oleh kompetitornya. Lebih dari itu, market share yang menjadi sumber pendapatan dan profit tetap dapat dipertahankan agar cash flow perusahaan tidak mengalami hambatan dan gangguan.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

Dalam situasi ketidakpastian dan secara agregat pertumbuhan demand cenderung rendah, maka hampir dapat dipastikan, manajemen perusahaan tidak akan mengambil keputusan untuk melakukan ekspansi bisnis. Situasi ini, secara makro akan berdampak terhadap pertumbuhan investasi fisik langsung sehingga yang menjadi harapan bagi pemerintah adalah angka pertumbuhan konsumsi dan ekspor menjadi sandaran terjadinya pertumbuhan ekonomi.

Pasar modal, perkembangan IHSGnya masih naik turun. Ini menjadi pertanda bahwa perusahaan emiten masih mampu menjaga fundamental bisnisnya sehingga investor maupun pelaku pasar masih aktif melakukan aksi profit taking meskipun ancaman terjadinya resesi ekonomi terus bergema di berbagai belahan dunia.

KETIGA, dalam situasi semacam itu maka tugas regulator adalah melindungi dan senantiasa mengamankan kepentingan dunia agar tetap mampu beroperasi dalam situasi sulit untuk mengamankan posisi market share dan tetap memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan dan profit walaupun tidak mudah karena semua negara tujuan pasar tengah menghadapi kesulitan serupa sehingga praktis pemerintahnya menjalankan kebijakan yang cenderung bersifat protektif. Sebab itu, tidaklah berlebihan jika Indonesia juga dapat memilih untuk menerapkan kebijakan yang penulis sebut bukan kebijakan proteksi tapi lebih tepat disebut sebagai kebijakan pengamanan market share di dalam negeri maupun di luar negeri. Tujuannya tidak lain agar perusahaan industri tetap mampu mencetak pendapatan dan laba agar tetap mampu memenuhi kewajiban komersialnya.

KEEMPAT, tindakan seperti itu juga merupakan bagian dari strategi dan kebijakan pemerintah untuk melindungi investasi yang sudah ada baik PMDN/PMA, sektor UMKM, dan investasi portofolio yang masih aktif profit taking di bursa saham dalam negeri.

Upaya ini penting karena efektifitasnya akan berkontribusi terhadap munculnya sentimen negatif di pasar tenaga kerja, dan menjaga penurunan daya beli masyarakat kelas menengah bawah yang bekerja sebagai pekerja di pabrik, dan usaha jasa. Problem paling nyata yang dihadapi dunia usaha maupun konsumen dewasa ini adalah relatif sama yaitu beban berat di ongkos karena inflasi yang membuat harga – harga barang dan jasa pada umumnya mengalami kenaikan yang cukup tajam. Situasi sekarang ini menjadi khas karena hampir semua negara mengidap penyakit yang sama, yakni ekonomi biaya tinggi dalam kadar yang berbeda – beda. Situasi ini yang kemudian direspon dengan kebijakan proteksi.

KELIMA, mestinya bukan proteksi yang dilakukan tapi lebih tepat memberikan stimulus ekonomi. Tapi pada kenyataannya, stimulus ekonomi tidak lagi serta merta dapat diberikan karena likuiditas keuangan negara hampir semua negara mengalami tekanan berat akibat beban utang  global telah mencapai 355% terhadap GDP global. Nyaris tidak ada negara di dunia yang mampu menyandang status INVESMENT GRADE sehingga muncul ancaman krisis utang global hingga ancaman kebangkrutan.

Di tingkat policy pemerintah yang selalu diterapkan  sebagai pilihan kebijakan tidak banyak yaitu, kebijakan stimulus ekonomi, atau melakukan kontraksi anggaran belanja pemerintah, dan pilihan terakhir adalah proteksi. Pemerintah dapat bersifat fleksibel untuk dapat memilih berbagai instrumen kebijakan yang akan dipilih.

Yang penulis catat justru kenapa WTO tak banyak bersuara ketika ekonomi global carut marut sekarang ini. Jurusnya tidak muncul, padahal masalah dunia saat ini bukan hanya di seputar masalah keuangan dan moneter saja, tapi juga telah menjadi masalah di bidang investasi industri, dan perdagangan.

KEENAM, pada akhirnya kita harus jujur mengatakan bahwa : 1) dari sisi kepentingan nasional dan sesuai amanat UU nomor 3/2014 tentang perindustrian, maka pemerintah harus fokus pada upaya pengamanan dan penyelamatan industri nasional sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya penyelamatan perekonomian nasional yang juga diatur dalam UU Keuangan Negara nomor 17/2003 pasal 24 ayat (7).

2) Pemerintah perlu fokus memberikan ruang kepada industri agar tetap mampu menjaga market share di pasar dalam negeri dan ekspor supaya pelaku industri penghasil barang dan jasa tetap mampu expected return, income and profit. Kebijakan ini jelas menjadi isu utama dari kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri.

3) kendalikan impor barang dan jasa yang tidak penting, baik untuk kepentingan konsumsi maupun investasi maupun pembangunan.

Tags: Fauzi AzizincomeindustriKemenperinKetahanan industrimarket share
Previous Post

Bursa Diramaikan 5 Pencatatan Saham, Jumlah Emiten Tembus 800

Next Post

Setelah 96 Hari Tertahan, Kapal Feeder MV Mathu Bhum Akhirnya Bisa Berlayar Kembali

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Setelah 96 Hari Tertahan, Kapal Feeder MV Mathu Bhum Akhirnya Bisa Berlayar Kembali

Setelah 96 Hari Tertahan, Kapal Feeder MV Mathu Bhum Akhirnya Bisa Berlayar Kembali

BERITA TERBARU

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Dedikasikan 52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Hadirkan “BADAI PASTI BERLALU” Live in Concert

April 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com