• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Jumat, Agustus 7, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ekspor Karet Sumut November 2024 dan Proyeksi Pasokan Menjelang Akhir Tahun

Admin by Admin
Desember 7, 2024
0
Permintaan Berkurang, Ekspor Karet Sumut Kembali Anjlok Pada April

Foto: Kementan

0
SHARES
23
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume ekspor karet asal Sumatera Utara (Sumut) pada bulan November 2024 tercatat mencapai 21.162 ton, mengalami penurunan 16,16% month-on-month dibandingkan dengan bulan Oktober 2024 yang tercatat sebesar 25.221 ton. Volume ekspor November 2024 juga lebih rendah 18,6% year-on-year dari volume ekspor November 2023 yang mencapai 25.886 ton.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Cabang Sumut, Edy Irwansyah mengatakan penurunan tersebut menunjukkan bahwa volume ekspor karet Sumut masih jauh dari kondisi normal yang biasanya mencapai 42.000 ton setiap bulannya.

Menurut Edy, beberapa faktor utama yang mempengaruhi penurunan ini antara lain adalah kesulitan dalam pengaturan kontainer dan pengiriman, serta penurunan permintaan global, terutama dari sektor pabrik ban. Selain itu, penundaan penerapan regulasi EUDR (European Union Deforestation Regulation) di Eropa berpotensi memberikan ruang bagi peningkatan ekspor, karena pembatasan yang lebih ketat dapat menunda pemberlakuannya, sehingga pasar ekspor karet Indonesia di Eropa dapat kembali berkembang.

BacaJuga

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Edy menjelaskan pada bulan November 2024, ekspor karet Indonesia ke Eropa tercatat sebesar 7,28% dari total ekspor, mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan Oktober 2024 yang tercatat 13,53%. Negara-negara tujuan ekspor utama di Eropa termasuk Inggris Raya, Polandia, Rumania, Slovenia, Prancis, Jerman, Italia, Belgia, Luksemburg, dan Spanyol, yang memberikan kontribusi hampir 7,3% dari total volume ekspor.

Penurunan ekspor ke Eropa ini tidak secara langsung disebabkan oleh penundaan penerapan regulasi EUDR yang semula dapat menghambat aliran ekspor. Namun, dengan penundaan regulasi tersebut, diharapkan volume ekspor dapat meningkat pada periode mendatang.

Edy meyebutkan beberapa faktor utama yang mempengaruhi penurunan ekspor di bulan November adalah kesulitan dalam pengaturan kontainer yang menyebabkan gangguan pengiriman. Selain itu, penurunan permintaan dari China, sebagai konsumen utama dunia, turut berkontribusi terhadap penurunan ekspor. Permintaan dari sektor industri karet dan ban global, terutama dari China, mengalami penurunan seiring dengan perubahan siklus permintaan, mengurangi daya serap pasar untuk produk karet.

Proyeksi Pasokan dan Harga Karet Alam

Menjelang akhir tahun 2024, Edy memperkirakan pasokan karet akan sulit meningkat. Hal ini disebabkan oleh gangguan cuaca hujan dan banjir yang terjadi di beberapa wilayah penghasil karet utama di Indonesia, terutama di Sumut. Tingginya frekuensi hujan sedikit mengganggu produksi karet rakyat, meskipun gairah petani mulai membaik dengan adanya peningkatan harga yang mendorong petani untuk mulai menderes pohon karet yang sebelumnya tidak terawat.

Harga karet dunia mengalami tren penguatan pada bulan November 2024. Rata-rata harga SICOM-TSR20 pada bulan November tercatat sebesar US$191,11 sen/kg, dengan harga penutupan pada tanggal 6 Desember 2024 mencapai US$206,2 sen/kg. Meskipun harga karet mengalami penguatan, hal ini belum mampu mengatasi penurunan volume ekspor yang terjadi.

Pasar karet Sumut menghadapi tantangan besar menjelang akhir tahun 2024, dengan volume ekspor yang menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun harga karet menunjukkan tren penguatan, faktor-faktor seperti penurunan permintaan dari China, kesulitan logistik, dan gangguan cuaca tetap menjadi kendala utama. Penundaan pemberlakuan regulasi EUDR memberikan kesempatan untuk memperbaiki volume ekspor ke Eropa, yang diharapkan dapat meningkat. Dengan perbaikan kondisi pasar global dan cuaca pada awal tahun 2025, kinerja ekspor karet Sumut diharapkan kembali pulih dan menunjukkan stabilitas. (YS)

Previous Post

Mentan Stop Sementara Impor Daging Domba untuk Lindungi Peternak

Next Post

Pemerintah Tetapkan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2025

Admin

Admin

Related Posts

GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September
Energi & Pertambangan

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

by Admin
Juni 27, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA – Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bersama Koalisi Transisi Bersih mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru memaksakan implementasi...

Read more

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Next Post
Pemerintah Tetapkan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2025

Pemerintah Tetapkan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2025

BERITA TERBARU

IndoBeauty Expo Sarana Industri Kosmetik dan Perawatan Tubuh Tingkatkan Daya Saing

Agustus 7, 2026

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026

Ketua KONI DKI Hidayat Humaid Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Kepelatihan Panahan

Juli 10, 2026
Menanti Korban Kutukan Kroasia di Piala Dunia 2026

Menanti Korban Kutukan Kroasia di Piala Dunia 2026

Juli 6, 2026

Temuan BRIN : Pupuk Silika Tingkatkan Produksi Bawang Merah TSS

Juli 3, 2026
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

Juni 27, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

IndoBeauty Expo Sarana Industri Kosmetik dan Perawatan Tubuh Tingkatkan Daya Saing

Agustus 7, 2026

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com