Gemabisnis.com, JAKARTA – Data terakhir yang dikeluarkan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyebutkan ledakan wabah (outbreak) Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Kabupaten Lamongan telah menyerang 1.247 ekor ternak sapi dan telah terkonfirmasi positif PMK pada tanggal 5 Mei 2022 melalui uji sample suspect PMK yang dilakukan oleh Pusat Veterinaria Farma, Surabaya.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani dalam laporannya kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan PMK merupakan penyakit menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100% dan kerugian ekonomi yang sangat tinggi.
Tanda klinis PMK adalah demam tinggi (39-41ºC), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri dengan lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis, dan menjadi kurus.
Indonesia sendiri sejak tahun 1986 telah dinyatakan bebas dari PMK dan telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) sebagai negara bebas PMK pada tahun 1990 (–bukan 1992 seperti diberitakan sebelumnya–Red.).
Dalam laporan tersebut Indyah mengungkapkan kronologis ledakan wabah PMK di Jawa Timur adalah sebagai berikut:
Kasus pertama kali dilaporkan di Kabupaten Gresik tanggal 28 April 2022 sebanyak 402 ekor sapi potong yang tersebar di lima kecamatan dan 22 desa. Kasus kedua dilaporkan pada 1 Mei 2022 di Kabupaten Lamongan sebanyak 102 ekor sapi potong yang tersebar di tiga kecamatan dan enam desa, serta di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau yang tersebar di 11 kecamatan dan 14 desa.
Kasus ketiga dilaporkan pada 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto sebanyak 148 ekor sapi potong yang tersebar di sembilan kecamatan dan 19 desa. Semua wabah yang terjadi di empat kabupaten di Jawa Timur yang tekah menyerang 1.247 ekor sapi itu memiliki tanda klinis sesuai dengan gejala PMK.
Indyah mengatakan berbagai tindakan telah dan sedang dilakukan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur guna mengendalikan PMK. Langkah pertama adalah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Veteriner (BBVET) selaku laboratorium pengujian dan Pusat Veterinaria Farma (PUSVETMA) selaku laboratorium rujukan PMK di Indonesia.
Dina Peternakan provinsi bersama tim kabupaten juga telah melakukan pengobatan simtomatis pada ternak yang telah terjangkit penyakit untuk mengurangi potensi ‘panic selling’ sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit.
Dinas Peternakan provinsi Jawa Timur bersama BBVET dan PUSVETMA juga telah melakukan pengambilan sampel untuk peneguhan diagnosa penyakit serta melakukan surveillance epidemiology untuk menentukan luasan sebaran penyakit dan menentukan jumlah ternak terancam.
Terkait dengan wabah PMK tersebut pihak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur juga telah membuat surat edaran kewaspadaan dini kepada kabupaten/kota se-Jawa Timur terkait potensi penyebaran PMK.
Berbagai tindakan lanjutan yang kini sedang dipersiapkan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur diantaranya adalah menyediakan obat-obatan untuk melanjurkan pengobatan simtomatis pada ternaki yang telah terjangkit PMK untuk mengurangi potensi ‘panic selling’.
Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur juga telah mengusulkan penetapan status wabah PMK di empat kabupaten yang mengalami wabah PMK serta melakukan penanggulangan dan pemberantasan PMK sesuai dengan standard operation procedures (SOP) wilayah status wabah yang antara lain meliputi pembatasan lalulintas ternak (masuk dan keluar) dari dan menuju daerah wabah.
Indyah mengatakan Pemda Jawa Timur melalui Dinas Peternakan juga telah menutup sementara pasar hewan di daerah wabah, melakukan pemusnahan terbatas (local culling) oada ternak terinfeksi sesuai dengan ketersediaan anggaran. Selanjutnya, Dinas Peternakan juga telah melakukan berbagai persiapan untuk vaksinasi terhadap seluruh ternak sehat di daerah terancam dengan cakupan minimal 70%. (YS)













