• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, April 19, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Mudik dan Buying Power

Oleh: Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Mei 9, 2022
0
Pembangunan Dan Investasi Serupa Tapi Tak Sama
0
SHARES
73
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, alhamdulilah, wasyukurillah, hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443-H telah berlalu, dan para pemudik yang sekian hari lamanya kumpul bersama keluarga di kampung halamannya, mulai balik ke kota asal.

Hampir separuh jumlah penduduk Indonesia melakukan perjalanan mudik merata di seluruh wilayah. Pergerakan arus mudik terbesar terjadi di koridor Jawa, Sumatera, dan koridor lain di Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusa Tengggara, serta Papua dan Maluku.

KEDUA, fenomena mudik tahun ini ibarat burung lepas dari sangkar setelah dua tahun lebih terkurung tidak bisa kemana-mana akibat pandemi Covid -19. Luar biasa memang karena fenomena mudik selalu beririsan dengan belanja, traveling, pembayaran zakat, infaq dan sodaqoh yang semuanya bersifat private spending, dan menjadi indikator betapa sebagian masyarakat pemudik mempunyai buying power yang kuat.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

Pembenaran ini menjadi tepat jika.  dikaitkan dengan data BPS bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga selalu menjadi juara pertama memberi kontribusi terhadap PDB sebesar rata-rata 56% tiap tahun. Padahal jika dihitung – hitung beban biaya mudik tahun ini sangat tinggi akibat naiknya bahan kebutuhan pokok, harga BBM, biaya tol yang naik, dan biaya angkutan darat, laut dan udara yang mengenakan tarif tuslag lumayan tinggi, serta tarif PPN yang naik dari 10%  menjadi 11%.

KETIGA, ekonomi kerakyatan luar biasa berputar, dan hampir semua pelaku pasar seperti UMKM, pasar Tanah Abang, pasar Tegal Gubuk  usaha rental mobil dan jasa transportasi antar kota antar propinsi, pusat oleh-oleh, serta hotel dan restoran, semua menikmati berkah mudik lebaran Bagaimana tidak, wong uang yang berputar selama mudik diperkirakan mencapai ratusan triliun Rupiah. Dalam pemberitaan, angkanya mencapai Rp 280.triliun.

Kontribusi belanja konsumsi rumah tangga terhadap PDB dalam angka nominal mencapai sekitar Rp 9..000 triliun tiap tahun. Sangat tepat jika harapan para konsumen Indonesia kepada pemerintah patut harus dapat dipenuhi. Hanya ada dua harapan yang paling mereka tunggu, yaitu lapangan kerja dan daya beli yang terjaga serta stabilitas pasokan dan harga barang dan jasa pada umumnya.

KEEMPAT, dari situasi itu, maka dapat kita bayangkan bahwa para pemudik rata-rata memiliki “pendapatan menganggur” (discretionary income) lumayan cukup untuk membiayai belanja non rutin yang memang sudah dijadwalkan untuk biaya mudik atau kunjungan wisata domestik atau luar negeri setiap tahun.

Konsumen yang demikian berarti mampu membiayai perjalanan mudik dan segala keperluan lainnya secara mandiri,tanpa harus menarik dana pinjaman kiri kanan. Mereka ini dalam masyarakat biasa disebut golongan menengah – tengah, dan menengah-atas yang memang memilki buying power kuat. Mereka ini yang mampu menarik dana di Anjungan Tunai Mandiri senilai Rp 1 juta ke atas berkali-kali sesuai kebutuhannya. Dan inilah yang dalam pemberitaan disebut mampu menyedot dana mudik Rp 280 triliun, kurang lebih sepekan selama masa mudik.

KELIMA, bicara discretionary income, maka di balik itu mereka juga memiliki kemampuan menggunakan dananya untuk keperluan investasi,mengikuti progam asuransi dan keperluan lain non rutin. Mereka umumnya secara mandiri mempunyai kemampuan membuat perencanaan keuangaan keluarga dengan baik.Mereka umumnya pandai membuat prioritas belanja dan pembiayaan setiap tahun.

Buying power yang seperti itu yang kita harapkan terbentuk di masyarakat. Bisa dibentuk karena mereka bekerja keras dalam berbagai profesi dan kegiatan. Itulah sebabnya prinsip demokrasi ekonomi dan keadilan ekonomi harus ditegakkan. Disini berarti ada peran ganda dari public policy dan afirmation policy yang harus dihadirkan oleh pemerintah agar semua lapisan masyarakat terinklusi dalam sistem ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan keseimbangan kemajuan antar kelompok pendapatan, antar wilayah  dan keseimbangan kemajuan antar sektor produksi barang dan jasa.

Kelompok masyarakat miskin tentu menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemerintah untuk memberdayakan mereka sesuai dengan amanat pasal 34 UUD 1945. Terkait dengan ini maka bagi Indonesia menerapkan kebijakan pembangunan ekonomi inklusif adalah bersifat mandatory, sehingga policy frameworknya adalah menyatu antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Terkait dengan ini pula, maka fungsi perencanaan, fungsi alokasi dan distribusi sumber daya dan pengawasannya sangat diperlukan untuk mencegah penguasaan sumber daya ekonomi oleh segelintir atau sekelompok orang.

Hal yang demikian juga dibutuhkan karena konflik sosial yang terjadi di berbagai belahan dunia manapun selalu melibatkan golongan kaya dan kelompok masyarakat yang miskin akibat berebut sumber daya ekonomi, baik di kawasan perkotaan maupun di pedesaan.

KEENAM, kita membutuhkan policy framework yang fokus pada usaha bersama untuk mewujudkan ekonomi inklusif di negeri ini, sehingga pengerahan sumber daya domestik (Domestic Resource Mobilization) untuk melakukan transformasi ekonomi secara mandiri perlu dirancang dengan baik guna menekan beban utang luar negeri yang makin bengkak.

Proses transformasi ekonomi dimaksud adalah adalah melakukan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang konsumtif menuju pembentukan modal investasi untuk peningkatan produksi barang dan jasa yang bernilai tambah tinggi, bersahabat dengan pasar dan lingkungan, guna membentuk pendapatan nasional yang dapat menjadi sumber kemakmuran seluruh rakyat.

Penegakan desentralisasi ekonomi sesuai prinsip demokrasi ekonomi menjadi pilihan yang tepat untuk menjalankan model pembangunan ekonomi inklusif di negeri ini yang kaya sumber daya alam, dan sumber daya manusia serta memiliki keanekaragaman hayati  paling besar dan lengkap di dunia. Mohon maaf lahir dan batin.

Tags: buying powerekonomi desaekonomi umatlebaranlibur lebaranmudik
Previous Post

Biosecurity NZ Terus Memonitor Perkembangan Ledakan PMK di Indonesia

Next Post

Inilah Kronologis Wabah PMK di Empat Kabupaten di Jawa Timur

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Inilah Kronologis Wabah PMK di Empat Kabupaten di Jawa Timur

Inilah Kronologis Wabah PMK di Empat Kabupaten di Jawa Timur

BERITA TERBARU

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com