• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 25, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Politik Ekonomi Nilai Tambah

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Agustus 28, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, pandangan ini memberikan sebuah perspektif bahwa nilai tambah berarti bukan sekedar proses pengolahan input menjadi output. Lebih dari itu bahwa politik ekonomi nilai tambah sejatinya adalah sebuah kerja besar yang dikemas sebagai strategi pembangunan kemakmuran yang dilakukan suatu bangsa. Seiring dengan itu, nilai tambah dikatakan sebagai inti pembangunan kemakmuran.

KEDUA, jika itu perspektifnya maka kemakmuran untuk siapa?. Jawaban yang paling umum adalah bahwa nilai tambah harus mendatangkan manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Seiring dengan itu, maka dapat dikatakan bahwa nilai tambah sesungguhnya bersifat universal. Konsep nilai tambah telah menjadi subyek sekaligus obyek pembangunan kemakmuran semua negara di dunia. Semua negara mempunyai hak kedaulatan yang sama untuk menciptakan kemakmuran bagi bangsa dan negaranya. Nilai tambah telah menjadi isu global, dan sudah menjelma menjadi semacam property milik komunitas global.

KETIGA, konsekuensi dari adanya paradigma itu, maka konsep nilai tambah global telah menjadi sebuah sistem yang melekat pada sistem ekonomi pasar bebas. Sistem investasi, industri, dan perdagangan menjadi bagian tak terpisahkan untuk menghasilkan nilai tambah global yang prosesnya bisa dilakukan di berbagai kawasan ekonomi yang tersebar di dunia. Sistem ekonomi pasar bebas global menuntut satu hal, yakni agar transfer dan repatriasi aset tidak dihambat. Terkait dengan ini, maka kebijakan investasi, industri dan perdagangan harus tunduk pada kaidah – kaidah globalisasi dan liberalisasi. Globalisasi telah mengakibatkan adanya integrasi atau penyatuan ekonomi antar negara di dunia. Melalui peningkatan aliran barang, jasa, modal, teknologi, dan bahkan tenaga kerja antar negara diharapkan proses peningkatan nilai tambah global dapat berlangsung bebas dari berbagai bentuk hambatan

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KEEMPAT adanya kenyataan seperti itu, maka politik ekonomi nilai tambah pada skala nasional perlu penegasan bahwa : 1) nilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri harus dinikmati untuk sebesar – besarnya kemakmuran rakyat. 2).politik ekonomi nilai tambah harus diterjemahkan ke dalam Kebijakan ekonomi negara. 3) politik ekonomi nilai tambah nasional dituangkan dalam pasal 33 UUD 1945. Kebijakannya dilakukan dengan cara melipatgandakan nilai tambah sumber daya alam melalui proses industrialisasi. 4) kebijakan perdagangannya berarti bahwa produk-produk yang diperdagangkan adalah produk yang bernilai tambah tinggi di pasar global maupun pasar regional, dan pasar dalam negeri. 5) pada tingkat kebijakan transaksi internasional, Indonesia harus meningkatkan kontribusinya pada global value chain pada skala yang maksimal agar tercapai skala efisiensi produksi pada sektor industrinya.

KELIMA,kemakmuran suatu bangsa sebagian besar dipengaruhi oleh kegiatan dan ruang lingkup sektor bisnis yang bersifat industrial. Dalam sistem ekonomi pasar,, sistem ekonomi industri bekerja untuk menghasilkan kemakmuran dengan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan memberikan kontribusi besar pada global value chain. Nilai tambah ini kemudian didistribusikan dalam bentuk gaji yang lebih besar kepada para karyawan, deviden yang lebih tinggi bagi para pemegang saham, re-investasi lebih tinggi bagi perusahaan,pendapatan pajak yang lebih besar bagi negara, serta menciptakan pekerjaan bagi perusahaan-perusahaan industri terkait dan pendukung. Proses penciptaan nilai tambah sebagai inti pembangunan kemakmuran sudah menjadi sifat hakiki di setiap ekonomi industri yang harus bisa hidup dan tumbuh dalam sistem ekonomi pasar yang terkelola. Peran dari badan badan usaha industri pada skala besar, menengah, dan kecil adalah untuk mengeksploitasi kesempatan peluang dan kesempatan tersedia bagi sebuah negara untuk membangun portofolio industrinya. Dengan cara pandang ini, maka politik ekonomi nilai tambah sifat hakikinya melekat pada politik industri, yang didalamnya sudah barang tentu termasuk hilirisasi. Esensinya adalah membangun portofolio industri, baik di hulu, antara maupun di hilir.

Tags: ekonomi nilai tambahhilirisasipolitik ekonomi
Previous Post

Garap Penyimpanan CO2 di luar WK Migas, Indonesia Targetkan Bangun CCS Hub

Next Post

Kemenperin Wajibkan Industri di Tiga Provinsi Ini Melaporkan Pengendalian Emisi Gas Buang

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Sekjen Kementan: Pupuk Bersubsidi Langka Karena Alokasinya Memang Kurang

Kemenperin Wajibkan Industri di Tiga Provinsi Ini Melaporkan Pengendalian Emisi Gas Buang

BERITA TERBARU

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Bersama Gubernur DKI, Munjirin Perkuat Program Pemilahan Sampah di Jakarta Timur

Mei 12, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com