Gemabisnis.com, JAKARTA – Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkoordinasi dengan para pelaku usaha sawit, baik di sektor hulu maupun hilir agar secara maksimal melaksanakan arahan Presiden Jokowi untuk menyediakan minyak goreng bagi masyrakat di dalam negeri sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Tofan Mahdi mengatakan pelaku usaha perkelapasawitan menghormati setiap kebijakan pemerintah terkait industri kelapa sawit. Termasuk kebijakan pelarangan ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya termasuk olein (minyak goreng).
Parapelaku usaha perkelapasawitan juga memahami arahan Presiden RI untuk segera tercapai melimpahnya ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau di masyarakat.
“Saat ini kami sedang berkomunikasi dan berkoordinasi dengan asosiasi pelaku usaha sawit baik di sektor hulu maupun hilir termasuk BULOG, RNI dan BUMN lainnya, untuk secara maksimal melaksanakan arahan dari Presiden RI agar tercapainya ketersediaan minyak goreng sesuai dengan harga yang ditetapkan di masyarakat,” kata Tofan dalam siaran persnya.
Menurut Tofan, GAKPI juga terus melakukan komunikasi dengan asosiasi petani kelapa sawit untuk menyampaikan situasi terkini di industri kelapa sawit pasca kebijakan pelarangan ekspor CPO serta mengambil langkah-langkah untuk antisipasi dampaknya bagi petani kelapa sawit.
Tofan mengatakan seluruh masyarakat dan pelaku industri sawit nasional saat ini sedang menunggu adanya tindakan lanjutan dari Pemerintah agar permasalahan ini bisa secepatnya tertangani dengan baik. Sebab, apabila pelarangan total terhadap ekspor CPO dan seluruh turunannya berkepanjangan, maka akan timbul dampak negatif yang sangat merugikan, tidak hanya bagi perusahaan perkebunan, refinery dan pengemasan, namun juga bagi jutaan pekebun sawit kecil dan rakyat. (YS)