• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Konsumsi Furnitur Global Meningkat, Peluang Bagi Industri Nasional

Admin by Admin
November 10, 2022
0
Konsumsi Furnitur Global Meningkat, Peluang Bagi Industri Nasional

FOTO : HIMKI

0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA–Pertumbuhan  konsumsi furnitur global yang mengalami peningkatan harus  menjadi momentum dan peluang bagi industri furnitur dalam negeri untuk meningkatkan kinerjanya.

“Optimisme pasar global terhadap industri furnitur harus terus kita jaga dan industri furnitur dalam negeri kita harus segera menangkap peluang ini,” ujar Dirjen Industri Agro Kementerian Prindustrian, Putu Juli Ardhika saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Simposium Nasional “Grand Strategy Plan Industri Mebel dan Kerajinan Nasional 2022-2025” Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) di Jakarta, Kamis (10/11/2022).

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian Centre for Industrial Studies (CSIL), konsumsi furnitur global pada 2022 diperkirakan tumbuh 3,0 %, yang diangkat oleh kebijakan stimulus Recovery and Resilience Facility di Uni Eropa.

BacaJuga

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

Hasil studi CSIL tersebut diperkuat oleh Consumer Market Outlook yang dikeluarkan oleh Statista yang memperkirakan pendapatan industri furnitur global akan terus meningkat secara konsisten dari US$ 1,3 triliun  pada 2020 ke US$ 1,6 triliun pada 2025.

Dia juga menyebutkan Kemenperin optimistis pulihnya belanja masyarakat akhir-akhir ini akan mendukung peningkatan penjualan furnitur, baik untuk tujuan ekspor maupun konsumsi domestik.

Optimisme ini cukup beralasan mengingat kinerja ekspor industri furnitur pada tahun 2021 mencapai nilai US$ 2.5 miliar . Angka ini meningkat sebesar 33 % dari tahun 2020 yaitu senilai US$ 1,9 miliar.

Putu mengatakan, di pasar domestik, aksi afirmatif pemerintah untuk mengintensifkan upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri juga mesti menjadi momentum bagi industri furnitur untuk meningkatkan kinerja dan penyerapan produk.

Untuk itu, lanjut Putu, industri furnitur dan kerajinan dalam negeri harus memberikan perhatian khusus terhadap pengurusan sertifikasi TKDN agar dapat menjual produknya di e-Katalog.

Masih Ada Hambatan

Sementara itu Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur menjelaskan target ekspor  US$ 5 miliar  pada tahun 2024 yang telah dicanangkan HIMKI bersama Pemerintah dianggap bukan sesuatu yang sulit untuk dicapai mengingat potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar mulai dari ketersediaan bahan baku yang berlimpah dan peluang pasar yang terus tumbuh didukung oleh sumber daya manusia yang cukup mumpuni pada industri ini.

“Kita juga bisa melihat peluang pasar global yang semakin terbuka dan terus bertumbuh didorong oleh maraknya pembangunan hotel, area komersil dan perkantoran baru, serta perkembangan smart city termasuk pembangunan perumahan golongan menengah-atas atau real estate yang diproyeksikan akan menciptakan permintaan yang cukup besar akan produk mebel dan kerajinan nasional,” ujarnya.

Demikian juga dengan menjamurnya pembangunan hotel dan restoran seiring dengan perkembangan pariwisata nasional juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan permintaan di pasar lokal saat ini.

“Namun ironisnya di balik potensi yang besar tersebut sampai saat ini para pelaku industri masih juga dihadapkan pada berbagai permasalahan,” ucapnya.  Permasalahan yang dihadapi itu antara lain sulitnya mendapatkan bahan baku sesuai kebutuhan; masih terbatasnya promosi dan pemasaran; belum berkembangnya kualitas produk dan desain, kurangnya ketersediaan tenaga kerja siap pakai yang memiliki etos kerja yang tinggi dan integritas yang kuat; penggunaan teknologi tinggi produksi yang belum merata; dan akses permodalan yang dinilai masih terkendala.

“Atas dasar tersebut di atas HIMKI mencoba untuk memetakan permasalahan tersebut dengan lebih mendalam dan sekaligus merumuskan solusi terbaik yang dikemas dalam suatu dokumen berupa Grand Strategy Plan (GSP) Industri Mebel dan Kerajinan Nasional,” paparnya.

GSP merupakan landasan para stakeholder dalam pengambilan keputusan. GSP disusun dengan maksud dan tujuan mencapai sejumlah sasaran strategis dalam mengembangkan industri mebel dan kerajinan nasional yang disusun untuk jangka waktu empat tahun periode 2022-2025. Sebagai dokumen yang hidup, maka GSP ini dapat ditinjau kembali setiap tahunnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan.

Heru Prasetyo, Sekretaris Jenderal HIMKI, mengatakan  Kegiatan Simposium Nasional dengan tema “Melalui Grand Strategy Plan Kita Tingkatkan Kontribusi Industri Mebel dan Kerajinan Terhadap Kesejahteraan Bangsa” ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari para pelaku industri mebel & kerajinan dan para stakeholder industri.

Ada dua tujuan diselenggarakannya simposium. Pertama, menyinergikan rencana aksi “Grand Strategy Plan Industri Mebel dan Kerajinan Nasional 2022-2025” dengan program-program Pemerintah sebagai turunan dari Rencana Strategis dan/atau Rencana Induk dan atau kebijakan Kementerian/Lembaga terkait. Kedua, menyatukan visi dan misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan dan strategi pembangunan bidang Industri Mebel dan Kerajinan Nasional.

“Output yang diharapkan dari simposium ini adalah: Pertama, tersusunnya program-program kementerian/lembaga Pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri mebel dan kerajinan saat ini, “ucapnya.

Kedua, terjalin kesepakatan bersama untuk melakukan pertukaran informasi dua arah antara pihak Asosiasi dan/atau Lembaga Swasta dengan Kementerian/Lembaga Pemerintah termasuk BUMN bidang Industri dan Perdagangan Industri Mebel dan Kerajinan.

Ketiga, menyusun naskah akademik untuk penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) penguatan industri mebel dan kerajinan yang akan menjadi acuan kebijakan Pemerintah agar menjadi lebih fokus dan spesifik sesuai dengan karakteristik, kapabilitas dan kapasitas industri mebel dan kerajinan nasional.

“Keempat, kebijakan ke depan menjadi lebih responsif, adaptif dan antisipatif sehingga dapat meminimalisir pengaruh negatif terhadap dunia usaha industri khususnya industri mebel dan kerajinan nasional,” jelasnya. (HN)

Tags: HIMKIindustri furniturindustri furnitur globalkonsumsi furnitur global
Previous Post

Pimpin Delegasi Indonesia, Wapres Ma’ruf Amin Hadiri Pembukaan KTT Perubahan Iklim COP27

Next Post

Indonesia Masih Berpotensi Tingkatkan Ekspor Kakao

Admin

Admin

Related Posts

Ekbis

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

by Admin
Mei 9, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - PT Hankook Tire Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam memperkuat keberlanjutan...

Read more

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Pengamat Soroti Pernyataan Menteri PU soal Generasi Muda Pegawai

April 7, 2026
Next Post
Indonesia Masih Berpotensi Tingkatkan  Ekspor Kakao

Indonesia Masih Berpotensi Tingkatkan Ekspor Kakao

BERITA TERBARU

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Bersama Gubernur DKI, Munjirin Perkuat Program Pemilahan Sampah di Jakarta Timur

Mei 12, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com